SMK merupakan salah satu lembaga pendidikan
yang bertanggungjawab untuk menciptakan sumber daya manusia yang
memiliki kemampuan, keterampilan dan keahlian, sehingga lulusannya dapat
mengembangkan kinerja apabila terjun dalam dunia kerja. Pendidikan SMK
itu sendiri bertujuan "meningkatkan kemampuan siswa untuk dapat
mengembangkan diri sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan,
teknologi dan kesenian, serta menyiapkan siswa untuk memasuki lapangan
kerja dan mengembangkan sikap profesional".
Apapun jenis pendidikan pada Sekolah Menengah Kejuruan tidak lain muara
dari lulusannya agar mereka memiliki kemampuan, keterampilan serta ajli
di dalam bidang ilmu tertentu. Selanjutnya mampu dan terampil diaplikasi
untuk dunia kerja. Oleh sebab itu, hakiki dari Sekolah Menengah
Kejuruan sangat berbeda dengan SMU/SMA.
Ada dua hal sebenarnya kelebihan dari Pendidikan Menengah Kejuruan ini,
pertama lulusan dari institusi ini dapat mengisi peluang kerja pada
dunia usaha/industri, karena terkait dengan satu sertifikasi yang
dimiliki oleh lulusannya melalui Uji Kemampuan Kompetensi. Dengan
sertifikasi tersebut mereka mempunyai peluang untuk bekerja. Kedua,
lulusan Pendidikan Menengah Kejuruan dapat untuk melanjutkan kejenjang
pendidikan yang lebih tinggi, sepanjang lulusan tersebut memenuhi
persyaratan, baik nilai maupun program studi atau jurusan sesuai dengan
kriteria yang dipersyaratkan.
Sekolah Menengah Kejuruan ke depan akan berkembang, sejalan dengan
keinginan pemerintah untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk
mendirikan sekolah. Karena dengan pola Otonomi Pendidikan yang
diberlakukan seperti sekarang ini, maka masyarakat juga memiliki
tanggungjawab moral untuk memikirkan dan menumbuhkembangkan pendidikan.
Sehingga lebih dikenal dengan Pendidikan Berbasiskan Masyarakat
(community based education).
Terlihat dan teramati di lapangan, dengan banyak jumlah Sekolah Menengah
Kejuruan yang berdiri, baik di kota propinsi maupun kabupaten kota,
menimbulkan fenomena baru, yakni kekurangan tenaga pengajar, khususnya
untuk bidang ilmu teknologi dan bisnis.
Coba kita bayangkan, kelipatan jumlah SMK Negeri dengan SMK Swasta
suatu ketika khususnya di Riau bisa satu berbanding lima (1:5), artinya
satu SMK negeri lima SMK swasta. Sehingga bermunculah SMK-SMK Swasta
dengan berbagai jenis dan program pendidikan, mulai dari program
teknologi, bisnis, pariwisata dan perhotelan, pertanian, perikanan,
komputer, tata boga/busana, dan lain sebagainya.
Dari kondisi ini, perlu kita simak, dengan bermunculan begitu banyak
SMK-SMK tersebut, apakah sudah terpikirkan oleh kita, unsur pelaksana
lapangan, atau orang yang bertanggungjawab untuk mendidik, mengajar dan
melatih mereka, dalam hal ini "guru". Karena salah satu persyaratan
untuk pendirian sekolah swasta, tidak terlepas dari persyaratan formal
adalah tenaga pengajar.
Tenaga pengajar (guru) merupakan faktor dominan di dalam memberian izin
pembukaan sekolah swasta. Kita menyadari bahwa ke depan SMK Kejuruan
merupakan lembaga yang akan diminati oleh lulusan SLTP, karena dalam
persaingan era globalisasi dan pasar bebas, sangat diperlukan siswa yang
memiliki kemampuan dan keterampilan yang siap bina dan siap pakai. SMK
Kejuruanlah sebagai salah satu lembaga yang menelorkan seperti yang
diinginkan oleh dunia kerja.
Tapi, tentunya kita jangan melupakan unsur utamanya yakni guru, apakah
guru-guru sebagai pelaksana lapangan sudah dimiliki oleh SMK tersebut ?
Kalah kita mau jujur, jumlah guru-guru SMK yang ada dengan jumlah SMK
yang ada tidak seimbang, artinya SMK masih kekurangan banyak tenaga guru
di semua bidang keilmuan.
Bila kita menilik ke belakang, artinya lebih di fokuskan kepada LPTK
sebagai pencetak tenaga guru, khususnya pada sekolah kejuruan, sangat,
sangat tidak memadai. Oleh sebab itu tidak heran bila kita melihat satu
orang guru mengajar untuk tiga atau empat sekolah kejuruan. Selama ini,
kita menerima lulusan LPTK di luar Riau, katakanlah dari Sumatera Barat,
Medan, Pulau Jawa, dan sebagainya.
Oleh sebab itu, pada suatu kesempatan Dekan FKIP UNRI di undang sebagai
nara sumber pada Seminar Sehari yang di taja SMK 1 Pekanbaru, yang
dilaksanakan di Hotel Arya Duta, di tantang oleh Kepala-kepala sekolah
Kejuruan se Riau, apakah FKIP UNRI sebagai tenaga pencetak guru tidak
punya niat, atau membiarkan kondisi kekurangan guru Kejuruan ini terus
berlarur-larut. Kiranya FKIP UNRI harus sudah memikirkan ini, kami siap
mendukung dan memberikan masukan, bahkan sekolah kamipun siap untuk
dijadikan sebagai tempat praktek mahasiswa, kata beberapa kepala
sekolah.
Jujur kita katakan bahwa, hal ini merupakan salah satu kepihatinan dari
kepala sekolah, dan ini akan menjadi pemikiran kita bersama. Bila secara
bersama kita mendukung mengapa tidak, kita bisa membuka program-program
studi teknologi, bisnis dan perdagangan, kesejahteraan keluarga, dan
program-program inilah mendesak untuk dipikirkan. Tentunya untuk membuka
program studi-program studi tersebut memiliki persyaratan-persyaratan,
dan apa yang menjadi keluhan para kepala sekolah tersebut akan menjadi
pekerjaan rumah yang harus dipikirkan dan diwujudkan.
Kamis, 26 Januari 2012
SMK DAN PERMASALAHANNYA
01.28
2 comments






Casino Games - Dr.D.M.C.
BalasHapus› 2021/04/17 구리 출장마사지 › casino-games-and-spades- › 창원 출장마사지 2021/04/17 › casino-games-and-spades- Nov 17, 2021 서귀포 출장마사지 — Nov 17, 2021 Casino Games · Top 20 Slot Machines and Roulette Games · 태백 출장샵 Free Slots · Jackpots · Table Games · 화성 출장안마 Bingo · Table Games.
joya shoes 130n9kpwed218 joya sko,joya sko,joya skor,Cipő joya,zapatos joya,joya schoenen verkooppunten,Scarpe joya,chaussures joya,joya schuhe wien,joya schuhe joya shoes 605a4wpxeu996
BalasHapus